pengunjung online

Minggu, 07 September 2014

APA MANUSIA TAK KENAL TATAKRAMA???

Mungkin benar dunia ini hina,
Ah, bukan dunia, tapi hanya segelintir orang yang tak punya kesadaran saja..

Tiap tiap hari kumelihat hanya setan dan segelintirnya,
Berbisik dan merasa bangga,
Padahal apakah yang dipunya jika hanya kotoran perhiasan saja...

Tiap saat mendengar keburukan saja,
Dengan segala pembiaran nya,
Kiri kanan atas bawah,
Sudah seperti main Playstation saja...

Aku mulai berfikir,
Apakah aku akan membusuk juga,
Jika selalu berhadapan dengan kotoran muda,
Yang sesaatnya hanya bisa berprasangka,
Dan harus tetap terjaga...

Mungkin esok akan datang jua,
Saat aku bisa memulai segalanya,
Tanpa gonggongan dipagi buta,
Atau pekikan di malam hina....

Apa manusia tak punya tatakrama,
Jika tidak kenapa aku berdiam diri saja,
Aku bunuh saja semua,
Toh pembunuh dibanding koruptor lebih mulia.....
Sent from BlackBerry® on 3

Minggu, 31 Agustus 2014

MEMOAR 1

Hey kasih kau ingtkanku....
Bingkai bingkai lusuh dikardusku,
Diatas langit-langit yang berderbu,
Tentang masa kecilku...

Kuingat rumah itu,
Tempat pertama ku membuka mata,
Kubuka jendela dunia,
Aroma udara hangatnya...

Berlarian di lorong rumah,
Menyapa setiap senyum senyumnya,
Bermain sepuasnya,
Seakan tak mungkin kan kemana mana,..

Awali setiap pagi dengan ceria,
Menyambut siang dengan cerita,
Menunggu sore gegap-gempita,
Sampai malam yang suka-cita...

Mama, terima kasih hari ini,
Untuk hari hariku kemarin,
Hari dimana hanya ada keceriaan disana,
Kau selalu ada, bahagia.....
Sent from BlackBerry® on 3

Jumat, 29 Agustus 2014

Namamu.....dalam Lelapku

Kurengkuh selimut ditempat tidurku,
Guling ini serasa mirip dirimu,
Acapkali namamu kurindu,
Sampai dalam lelap tidurku....

Serasa terbuai akan lembutmu,
Hangat kian sesuai manja dirimu,
kasihmu sedalam lautan kalbu,
Menusuk rongga hati kelabu...

Kubuatkan puisi ini untukmu,
Seribu sapaan manis mahligai madu,
Kasihmu,
Inilah aku.....
Sent from BlackBerry® on 3

Minggu, 24 Agustus 2014

Spion itu Masalalu,Utara itu masadepan...

Lihat manis mentari,
Bibirnya merona dipagi hari,
Layaknya masadepan ini,
Tak akan ragu lagi...

Takkan lagi melihat kaca spion ini,
Tiada yang harus aku kenang nanti,
Hanya tinggal hari ini dan nanti,
Perlunya kasih darimu yang menghampiri...

Seusainya terbit mentari,
Hangat fajar menusuk hati,
Merubah kulit layu jadi berseri,
Akan datang masa indah kini...

Harusnya aku bersiap diri,
Agar hari ini terpenuhi,
Tumpukan kertas dimeja ini,
Harus segera kubenahi...

Kasih tolong aku..
Kita bereskan meja masadepanku,
Tentunya bersamamu,
Agar tiada lagi masa kelabu...

Kita sapu masa lalu,
Buang semua ke tong sampah bau,
Agar bersih rumah kita itu,
Dan bisa hidup bersamamu.....
Sent from BlackBerry® on 3

Sabtu, 23 Agustus 2014

LELAKI DAN KESEDIHAN

wanita bersedih itu beragam..
Mungkin karena pasangan,
Mungkin sahabat,
Mungkin teman,
Mungkin keluarga....

Tapi lelaki bersedih itu hanya satu jawaban...
Bukan uang atau jabatan,
Dia lemah lesu, dan bersedih itu dari wanita....

Berapa banyak laki laki yang diam disudut ruangan itu,
Menyendiri,menangisi diri sendiri,
Karena tak mampu memiliki wanitanya..

Dia terlihat sesak,
Tak bergeming, berwajah datar,
Dan selalu memandang sayu pada wanita,
Jika tertarik wanita,
Dia hanya meracau dalam hatinya,
Dan lekas pergi tanpa berusaha...

Mungkin aneh,
Tapi aku pernah merasa,
Sewaktu aku perfeksionis diri,
Ingin terbaik untuk pribadi....

Setelah lama, akhirnya sadar jua,
Tak ada yang lebih bahagia,
Dari wanita yang bisa menerima,
Sebab diriku pun belum sempurna....

Adakala kau ingin berlian,
Tapi uang mu hanya mampu membeli kristal saja...

Jangan tunggu,
Raihlah yang ada,
Yakinkan dia,
Sampai tiada yang bisa...
Memisahkannya...

Lelaki, faktor kesedihanmu hanya satu,
Pendamping hidupmu.....
Sent from BlackBerry® on 3

Lelaki (itu) manusia juga

wanita bersedih itu beragam..
Mungkin karena pasangan,
Mungkin sahabat,
Mungkin teman,
Mungkin keluarga....

Tapi lelaki bersedih itu hanya satu jawaban...
Bukan uang atau jabatan,
Dia lemah lesu, dan bersedih itu dari wanita....

Berapa banyak laki laki yang diam disudut ruangan itu,
Menyendiri,menangisi diri sendiri,
Karena tak mampu memiliki wanitanya..

Dia terlihat sesak,
Tak bergeming, berwajah datar,
Dan selalu memandang sayu pada wanita,
Jika tertarik wanita,
Dia hanya meracau dalam hatinya,
Dan lekas pergi tanpa berusaha...

Mungkin aneh,
Tapi aku pernah merasa,
Sewaktu aku perfeksionis diri,
Ingin terbaik untuk pribadi....

Setelah lama, akhirnya sadar jua,
Tak ada yang lebih bahagia,
Dari wanita yang bisa menerima,
Sebab diriku pun belum sempurna....

Adakala kau ingin berlian,
Tapi uang mu hanya mampu membeli kristal saja...

Jangan tunggu,
Raihlah yang ada,
Yakinkan dia,
Sampai tiada yang bisa...
Memisahkannya...

Lelaki, faktor kesedihanmu hanya satu,
Pendamping hidupmu.....
Sent from BlackBerry® on 3

Rabu, 13 Agustus 2014

BERHENTI DALAM HATIMU

Bukan paras, bukan wajahmu,
Bukan kaya, bukan hartamu,
Tapi kau seperti ada dalam diriku,
Mengingatkanku akan hidupku,..
Sempurnamu bukan bentuk tubuhmu,
Bukan pula caramu merayuku,
Tapi laku mu yang menmpesona jendelaku,
Dikala mendung di alam kalbu....

Perasaan ini berhenti di dirimu,
Setelah berfikir keras tetaplah begitu,
Wanita penggoda pun sudah enggan merayu,
Dan jiwaku telah sepenuhnya hidup karena ada mu....

Jika ada wanita yang lebih indah darimu,
Itu pasti hanyalah ibumu,
Yang melahirkan dan mendidikmu,
Menjadi yang selalu kurindu....

Teruntuk : Lesti Yunita
Sent from BlackBerry® on 3

Minggu, 10 Agustus 2014

MAAFKAN (AKU) DUNIA

MAAFKAN (AKU) DUNIA

Maaf dunia..
Bila mulai malam ini aku berbeda,
Aku ingin mencicipi buah kebenaran itu,
Yang sudah seharusnya aku tak ragu....

Aku takut waktu mendatangiku,
Menagih keadaanku,
Bahwa segalanya tlah salah dari bawah,
Layaknya rumusan kimia itu....

Kubersihkan jendela pribadiku,
Ku cuci pakaian batinku,
Ku tata perabot kehidupanku,
Sampai tampak rapi oleh keluargaku...

Suguhan diri tak pernah puas,
Lusa kemarin ingin,
Sekarang punya,
Dan esok bosan pula...

Aku harus bangun dari tempat tidur nyaman ini,
Harus kubereskan angan dan mimpi mimpi,
Agar kejujuran tertata rapi,
Dan kelak aku kan berbagi kasih disini....

Mulailah dengan hal kecil,
Setapak lebih berarti,
Supaya belajar berkendali,
Atas tanggung-jawabku sendiri....

Maaf dunia, aku hidup dialam nyata...
Angan hanyalah tipu logis semata,
Makanlah apa yang ada di meja makan,
Hingga nanti ku akui dunia ini indah terselesaikan....
Sent from BlackBerry® on 3

Jumat, 08 Agustus 2014

CERITA KELANA

senja dipagi hari,
Kau lukis warna kias pelangi,
Hadiah hijau indah permadani,
Pegunungan indah berseri...

Sering kutawarkan perawan tuk menarik hati,
Tapi tiada pula yang membeli,
Ku tawarkan sekedar hati,
Yang penuh kasih suci,..

Ku buatkan kau segala,
Ku usahakan juga agar percaya,
Tak cuma satu-satu sahaja,
Tapi mereka hendak kemana....

Selangkah mundur,
Satu juga mundur,
Semua ikut membaur,
Hingga aku sendiri terlanjur...

Kuikuti jalan sepi sendiri,
Sembari ku teguk penawar hati,
Payung tegar enggan kutemui,
Sebab aku bukan pemikat janji,..

Sampailah disini,
Ketika ku temukan biduan sunyi,
Bersembunyi dibalik nokia ini,
Dia bermaksud menarik simpati,
Pada setiap sudut hati diri...

Dia anggap ku menarik,
Aku pun ikut tertarik,
Lekas aku jadi simpatik,
Bunga pujaan kan kupetik...

Pagi ku sapa,
Siang kau rasa,
Malam kita jaga,
Tiap detik adalah romansa.....

Kasih, kau satu-satunya yang menakjubkanku. Walau kau tiada didepan muka ku, tapi tawa candamu yang membuatku rindu. Usai sudah perjalanan cintaku, tiada lagi selain dirimu. Bilapun engkau bukan milikku. Mungkin hingga mati aku tak lagi merindu....
Sent from BlackBerry® on 3

KAU.....(SEGALA INDAH DUNIA)

kau peri tidurku,
Kau putri malamku,
Kau kembang desaku,
Kau jelita kampusku...

Kau venus ku,
Kau matahariku,
Kau bintangku,
Kau rembulanku,

Kau pelangiku,
Kau aurora ku,
Kau lembayung senja ku,
Kau awanku...

Kau lily ku,
Kau anggrek ku,
Kau tulip ku,
Kau eidelweisku.....

Engkau segalaku....
Sent from BlackBerry® on 3

Rabu, 06 Agustus 2014

(MACAM)KEHIDUPAN

(MACAM)KEHIDUPAN

Derap kehidupan ini tak seragam,
Terkadang iramanya saling mengecam,
Dari sebutir pasir, hingga kapal tenggelam,
Unsur kehidupan yang bermacam-macam....

Ada yang bilang roda,
Ada yang berkata jalani saja,
Ada yang mendaki sampai tak tahu diri,
Bahkan ada yang terjun hingga mati....

Kulihat mentari masih menghiasi hari,
Dataran tinggi masih cukup luas tuk disambangi,
Cukup untuk sekedar meraih mimpi,
Dan berlomba ke puncak gunung tertinggi...

Berlari mengejar prestasi,
Tapi entah yang dituju itu sampai kini,
Apa hendak kamu semua sadari,
Bahwa yang dituju hanyalah mati....

Sent from BlackBerry® on 3

Minggu, 03 Agustus 2014

TERISTIMEWA BAGIKU...

Memang,
Banyak yang lebih indah darimu,
Banyak yang lebih megah darimu,
Seperti butir pasir di hamparan pantai itu,...

Kau selalu merendah didepanku,
Seolah kau tak seindah bunga bunga itu,
Selalu tertunduk malu,
Kasihku....

Tersenyumlah sayang,
Walau banyak yang lebih indah darimu,
Tapi kau teristimewa bagiku...

Kututup mataku untuk mereka,
Kututp telingaku untuk mereka,
Kututup pula hatiku untuk mereka,
Hanya untuk mendapatkanmu..

Kasihku...
Kau teristimewa bagiku....
Sent from BlackBerry® on 3

Trimakasihku Tuhan...

Tuhan..
Engkau pertemukanku dengannya,
Engkau dekatkan ku dengannya
Dirinya yang selalu ada mendampingiku,
Dirinya yang selalu hadir menghiburku....
Sent from BlackBerry® on 3

Sabtu, 02 Agustus 2014

HINGGA WAKTU BERLALU

Kulihat jarum jam merah itu,
Bergerak memutar menandakan waktu,
Akan terus berlalu,
Seiring derap langkahku...

Jalan penuh lika liku,
Hilir ketepian hulu,
Dari nyata hingga semu,
Hanya tinggal menunggu waktu..

Alangkah berartinya sang waktu,
Tiap detik adalah madu,
Manis hinggat tak terukur rindu,
Sampai dimana telah dituju...

Aku hanya bisa tertunduk lesu,
Pula hingga kadar naik semangatku...

Entah apalah lagi caraku,
Hitungan mundur sebuah lagu,
Atas segala perbuatanku,
Hingga tiada lagi rindu...
Menggebu...

Ini hadiahku,
Ku lihat hanya genggaman semu,
Entah apa dalam diriku,
Yang hilang ditelan waktu.....
Sent from BlackBerry® on 3

Jumat, 01 Agustus 2014

APA YANG HENDAK KAU CARI

Ku melamun...
Segala asa tertegun..
Bait bait mimpi begitupun,
Dalam senyap malam santun...

Udara dingin menyapa,
Angin lembut kurasa,
Belaian hening didada,
Tanpa beban hidup didunia...

Seolah esok tiada lagi mimpi,
Seolah harga diri pun ku tak peduli,
Iming harta tak pernah abadi,
Tapi jadi yang paling dicari...

Entah apa ya sedang kutuju,
Seolah berjalan tanpa rambu,
Kurasa jalan ini menyapaku,
Menunjukan apa yang semu...

Apa kau mengerti hidup ini,
Pasti kau jawab hanya jalani,
Atau kau jawab Tuhan yang memberi,
Tak ada pembenahan diri....

Selalu merengek seperti bayi,
Ketika harapan tak sejalan dengan yang Tuhan beri,
Ya pasti kau bilang "smoga lebih baik lagi"
Tapi tak ada pelajaran berarti..

Kau coba yang kau bisa,
Kau mau karena untukmu,
Tak kau rasa orang merasa,
Kau tahu, orang lebih tahu...

Seolah dunia ini milikmu,
Segala yang kau sebut palsu,
Dan baik selalu ada didirimu,
Walau kau akui ketidak sempurnaan itu...

Ingin sekali dunia tahu,
Atas segala yang ada padamu,
Dari yang kecil hingga tak penting,
Dari hal yang bukan kau benci,,

Apa yang hendak kau cari?
Selain hidup yang kau ingini...
Tapi kau tak pernah penuhi,
Sekedar hanya menjalani.......
Sent from BlackBerry® on 3

Selasa, 29 Juli 2014

Bukankah kau cantik wahai bunga Eidelweis?

Suatu saat nanti dirumahku,
Ingin ku hiasi dengan bunga ini,
Yang entah kenapa begitu sederhana,
Tapi cantik luar biasa,....

Kucari ia ditaman hati,
Ku jelajahi sudut dunia ini,
Sang bunga perasaan kan kucari,
Sebelum hidupku tak berarti....

Kan kuceritakan cantiknya,
Kan kuungkapkan pesonanya,
Ketika bersemi bunganya,
Ketika semua tak memperhatikannya.....

Sungguh beruntung aku menemukan bunga ini,
Ditepian dia berdiri,
Dengan tanpa ada yang melindungi,
Tapi ia tetap berseri....

Tanpa ada cacat ia cantik,
Tersenyum kecewa ketika melirik,
Tanda kesepian sangat menarik,
Tak jadi aku pernah petik...

Ku pindahkan dalam pot sederhana,
Agar ia jadi daya tariknya,
Ku sirami ia supaya bercahaya,
Agar teguh menjalani dunia...

Berapapun aku tak mau menjualnya,
Aku cinta bungaku saja...

Sampai saat dia sudah bersemi,
Mewangi,
Sampai pot punyaku tak sanggup menopang indahnya lagi,
Dan sampai aku tak sanggup membeli pot lagi....

Barulah aku pindahan ia,
Ku tanam di kebun penuh warna,
Agar ia makin bercahaya,
Karena cantiknya....

Oh bunga,
Sungguh cantik dirimu...
Apa kamu tak menyadarinya?
Atau malu mengakuinya?

kau selalu membandingkan dirimu dengan dewi-dewi bunga matahari,
Padahal kau tak sama dengan mereka,...

Mereka bercahaya karena nama dan penampakannya,
Tak seperti dirimu yang apa adanya,
Bila kau tahu,
Banyak yang lebih memilihmu daripada mereka,
Karena kesederhanaanmu,
Karena cantikmu menawan untuk segala harga,
Harga yang tak bisa dibeli dengan fisik atau nama yang ada...

Cantik, berseri, tak berduri,
Rapuh membuatku belajar menahan diri,
Agar dirimu tak ternodai,
Hina nya dunia yang fana ini..

Oh bungaku,
Tersenyumlah untukku,
Agar ku bisa hidup lebih bahagia,
Walau engkau jauh didepan mata.....

Untuk mu,
@leztyYunita
Dariku
@augiesiswoyo ....
Sent from BlackBerry® on 3

Rabu, 23 Juli 2014

GUBUK HATI INI TEMPATMU SINGGAH DAN PERGI..

Mungkin benar aku tak pandai bercinta,
Bahkan tak sampai hati bicara,
Jangankan tuk memuaskan seorang wanita,
Bercanda pun aku tak peka...

Kali ini mungkin dia sudah tidak kerasan tinggal disini,
Dia tinggal digubuk hati ini,
Dengan kehangatan seadanya,
Dengan kelembutan yang alakadarnya...

Tapi walau bagaimanapun juga,
Aku berterimakasih telah mau bersinggah di tempat kumuh nan sepi dalam diriku ini,
Sudah lama sebelum dirimu tiada yang menempati,
Maaf juga gubuk hati ini dingin dan terkadang sepi,
Maklum hunian hatiku ini tak seistimewa dan semewah pria lain,...

Aku senang sekali disinggahi dalam gubuk hati ini,
Walau terkadang aku tak mampu menjamu dirimu sebagai kekasih sejati,
Akhirnya dirimu tak tahan lagi menghuni tempat dihatiku ini,
Lekas membawa barang barang perasaan itu pamit dari sini...

Setelah ini, gubuk hatiku kosong lagi,
Entah siapa yang akan menempatinya lagi,
Entah kapan ada yang mau menghuninya lagi,
Di tempat yang dingin nan sepi ini,
Digubuk hati....

Yang jelas ada saatnya siklus penghuni disini datang lagi,
Entah mungkin siklus ini terjadi atau tidak lagi,
Tapi ada saja yang butuh menginap tuk beberapa hari,
Tentu esoknya pergi lagi...

Entah sampai kapan ku miliki gubuk hati ini,
Inilah yang memenuhi kebutuhan ekonomi cintaku saat ini,
Saat tak berpenghuni, mungkin kubiarkan terbengkalai lagi,
Seperti sebelumnya yang tak layak sebagai tempat kekasih hati...

Ya memang gubuk hati ini tak semahal hunian hati para lelaki lain,
Gubuk hatiku ini hanya berharga beberapa keping rasa "suka",
Dan kamu bisa menginap disana,
Dan jika punya beberapa keping "cinta"
Kamu bisa menghuni gubuk cinta ini sepenuhnya,
Dan bila kamu punya beberapa keping rasa "sayang"
Kamu bisa membeli gubuk hati ini seutuhnya tanpa ada perjanjian kerugian, kau bebas menggunakannya...

Begitu menarik aku menggambarkan perasaaan,
Sampai sampai hati pun kujadikan tempat singgah untukmu,
Agar kau bisa beristirahat,
Agar kau bisa berteduh,
Walau sebentar tapi setidaknya bisa menolong,
Dari kerinduan akan kasih sayang,
Seorang yang akan mendampingimu kelak...

#Terimakasih_Cinta
@LeztyYunita
Sent from BlackBerry® on 3

HATI MATI

Ku beranjak dari tempat tidur,
Ku saksikan darah otak mengucur,
setelah kemarin banyak orang ngawur,
Ku musnahkan stigma mereka ku cukur....

Lihat mereka yang penuh keegoisan,
Tak melihat orang karena takut miskin,
Tak peduli orang karna tak yakin,
Seakan mereka ingin selalu dicukupi tuhan,
Tapi pada dirinya saja kikir,
Kikir akan kejujuran,
Kikir akan keaikan,
Kikir akan kebenaran,
Kikir Dalam dirinya sendiri,
Ciri yang Hati nya Mati dari Rahmat tuhan....
Sent from BlackBerry® on 3

Minggu, 20 Juli 2014

Augie, Apa arti WANITA?

Satu dekade ini aku mencari kertas kertas kehidupan,
Apa yang ku ingin jua apa yang ku harapkan,
Segi segi baru daun kehidupan,
Dan cerita esensi sebuah keinginan...

Ceritanya, kemarin pagi aku menemukan coklat diatas meja,
Kulihat bentuk coklat hati disana,
Coba aku cicipi selagi ada,
Yang mana membawaku dalam banyak cerita...

Inilah yang mungkin disebut cinta,
Sesaat anak remaja yang ingin tahu sampai mana itu adanya,
Dari awal ingin menemuinya,
Sampai sampai ingin mencumbui nya.....

Setapak demi setapak,
Selangkah demi selangkah,
Aku fahami kotak kotak perasaan cipta tuhan,
Dari makhluk yang bernama hawa,
Dari dia yang senang dipuji-puja....

Kotak itu tak ada yang sama isinya,
Tapi tujuan mereka sama,
Meneruskan keturunannya,
Dengan segala serba serbinya,
Dari segi pandang sang Hawa...

Kurasakan hangatnya,
Ku nikmati indahnya,
Ku dalami pesona nya,
Ku jajaki keindahannya.....

Satu satu,,
Dua dua,,
Tiga....empat...sekian...sekian....

Sekian kali kumengenal sang Hawa,
Tak ada satupun yang tak indah nyatanya,
Tampak banyak yang ingin dijualnya,
Demi kemakmuran di negri indahnya....

Mereka tak ingin banyak,
Tapi tak mau bila sedikit,
Mereka benci bohong,
Tapi tak kuat dengan kenyataan,....

Inginnya bermacam-macam,
Dari yang senang dunia,
Sampai yang bingung bila ditanya....

Tapi.....
Satu hal yang sama dari mereka,
Yaitu butuh kasih jiwa setulus hati nurani yang ada....

Mereka selalu mengalah,
Tapi tapi tetap memiliki kemenangan,
Dari air mata kesedihan,
Yang menjadikan semua orang kasihan.....

Mereka sungguh kuat,
Tak ada yang mampu menjatuhkannya,
Sampai mereka menangis,
Mengasihani diri dengan keadaannya.....

Sebenarnya mereka simpel,
Tak perlu wejangan wejangan ala hamba tuhan,
Mereka hanya ingin dibayar,
Atas kasih sayang sesama umat manusia....

Mungkin hari ini mereka masih remaja,
Atau sedang beranjak dewasa,
Kian hari mereka berubah,
Sejalan dengan lingkungannya..

Ada yang biasa, kebanyakan ingin menjadi biasa,
Ada yang luar biasa, kaum Hawa yang dianugerahi semangat juang dan kecerdasan nyata,
Tapi ada pula yang "tak biasa"
Yang tak ingin tahu arah jalan hidupnya......

Jika ingin tahu apa itu wanita,
Salah lah bila harus bertanya langsung pada wanita,
Karena yang kita tau asas wanita adalah,
"Ingin dimengerti tanpa harus bicara"
Ada baiknya kita fahami saja, jika wanita adalah ibu kita,
Bukan kartini,
Tapi yang tiap hari mengurus kita.......

Tapi apakah sama antara wanita muda dan seorang ibu rumah tangga?

Ya, pasti sama, mereka hanya berbeda karena umur saja, toh ibu kita tetap menangis jika sakit hatinya,
Dan wanita muda pun sama, hanya saja mereka menangis dan menuliskannya di Facebook atau Twitter nya....

Ibu kita juga kuat, menahan problema hidup tiap detiknya,
Wanita muda pun sama, hanya saja mereka menulisnya lagi di status Facebook dan Twitternya..

Bukankah wanita wanita muda ini akan menjadi ibu jua kelak?
Mereka akan melahirkan lagi sebuah generasi yang berbeda dari sebelumnya,
Apakah kita hanya diam saja,
Melihat wanita wanita muda salah jalan, jalan yang tak sepatutnya....

Penyesalan......
Wanita dekat sekali dengan penyesalan,
Walau tak ingin dianggap menyesal,
Tapi mereka benci untuk mengingat kesalahannya....

Bicara cinta,
Mereka adalah ahlinya,
Jika engkau tak siap bersujud pada wanita,
Tak akan mungkin kau mendapatkannya...

Jika hartamu saja kau tak rela untuknya,
Jangan harap wanita ingin dicinta,
Wanita menginginkan seluruh kehidupanmu,
Hartamu, hatimu, jiwamu, cintamu, jujur mu, ikhlasmu, dan segala kehidupanmu....
Dari situlah wanita bisa kau dapatkan,
Dari sebuah perjuangan penuh rasa malu, dan rela dipermalukan,
Rela dianggap hina,
Apalagi dihadapan orangtua wanita.....

Jika kau tak sanggupi dirinya,
Dalam sedetik wanita kan pergi sejauh-jauhnya,
Meninggalkan dirimu sang pemberi kecewa,
Mereka akan mencari lagi kebahagiaan sejati seorang wanita,
Dan meninggalkan pecundang-pecundang yang tak layak disebut pria.....

Maafkan cinta....
Ini hanya sebuah prosa,
Puisi yang tak berirama,
Kata kata yang ingin memuja,

Memuja sebuah anugerah tuhan,
Yaitu, WANITA.....
Sent from BlackBerry® on 3

Minggu, 13 Juli 2014

Harapanmu, Cintaku, Cibiru...

Waktu itu kita biru,
Tanda hampir saja kita meragu,
Dalam harapan bercampur rindu,
Dalam impian hembusan kalbu....

Ku jajaki dengan motor biru ku,
Agar dapat menjamah indahmu,
Bermodal sejuta rindu,
Kumenemuimu...

Di sana, dicibiru,
Disana kita bercumbu,
Lekas kita menyambung rindu,
Agar ku tak lagi meragu...

Indahnya dirimu...
Hadir dalam jiwa merayu,
Aku yang selalu untukmu,
Dan dirimu selalu untukku....

Rona wajahmu,
Menuangkan tetesan rindu,
menyegarkan dahaga cintaku,...

Dalam sekejap kita merindu,
Dalam sekejap kita berpisah layu...

Di harapan cita citamu,
Dicibiru.....

(Tuk Lesti Yunita, kekasihku...)
Sent from BlackBerry® on 3

Sabtu, 12 Juli 2014

Yang mencintaku, Dirimu...

Kujalani setapak perjalanan ini,
Berkias semangat beribu janji,
Ku buat merah sang bunga melati,
Yang sedang berjalan melewati hari....

hati ini untuk siapa lagi,
Hanya untuk pemberi semangat pagi,
Jiwa ini untuk siapa lagi,
Cuma untuk pendamping diri.....

Engkau sejuk di pagi hari,
Engkau hangat lembayung mentari,
Sunyi tenang seperti malam indah ini,
Hangat mu yang ada disamping hati....

Ku lukiskan pesonamu setiap waktu,
Agar ku terhibur dalam lelapku,
Segala ingin berujung rindu,
Tak dapat menyembuhkanku....

Banyak bunga lebih indah darimu,
Tapi tak banyak bunga yang mewangi ku,
Seperti dirimu,
Yang jelas selalu mempesona kalbu....

Manisnya rona mu,
Melengkungkan bibir hitamku,
Mewarnai setiap langkah jalanku,
Menepis segala kesesatanku....

Aku bertanya, kenapa harus dirimu,
Karna dirimu lah mencintaiku,
Kenapa mencintaiku,
Karna yang mencintaiku adalah dirimu...
Sent from BlackBerry® on 3

Rabu, 11 Juni 2014

MASALAH CINTA,HARTA,TAKHTA

Aku tak lagi merayu,
Aku bubuhkan lagi syair mendayu,
Agar tapak tapak sepi tiada padaku,
Sesegera mungkin menjadi lebih padu...

Masalah cinta,
Itu hanya buat kawula muda,
Apa benar awan merah tanda rasa,
Dan apa benar awan kelabu tandanya layu..

Masalah harta,
Itu hanya untuk yang penyuka dunia,
Pelbagai sara kau jadikan jaya,
Haram halal tak jadi rasa...

Masalah takhta,
Tentunya hanya yang menjilat duburnya,
Yang menelan ludahnya,
Yang tebal teramat kulitnya...

Hancur lebur semua dalam dunia,
Bubuhkan dinamika dalam dinamika,
Menjadikan alam dunia fana,
Sebelum duka nanti dalam Tuhannya...
Sent from BlackBerry® on 3

Jumat, 06 Juni 2014

Maaf Tuhan (iblis menguasaiku)

Sekilas nampak samar digelap malam,
Dan hanya sebuah bayang2 di terik siang,
Sebuah hidup yang melayang,
Tanpa arah yang terang,,

Kujejali sisi postif sebuah enerji,
Dari lukisan maha indah Sang pembuat seni,
Dari yang membulak-balikan semua hati,
Jenis yang harum atau busuk sekali..

Astaga..
Hiduku bosan sekali,,
Bukan karena sepi,
Tapi karena menjebakkan diri disini..

Disisi disisi gelap ini,
Sisi yang banyak orang telah lalui,
Dan sekarang aku diam disini,
Berharap ada lampu kecil yang menyinari..

Oh Penguasa semesta,
Alangkah indah kuasamu,
Tak kuragukan ciptaanMu.
Dan aku hanyalah hamba Mu..

Maafkan aku Tuhan,
Iblis menguasaiku,
Memperkosa paradigma-ku,
Menjamah ketenanganku...

Tolong aku Tuhan,
Selamatkan hidupku,
Dari ular iblis ini,
Dari anjing tamak ini..
Sent from BlackBerry® on 3

Senin, 05 Mei 2014

ANGGUR ARABIKA&KESUNYIAN

Suatu saat nanti,
Saat aku tak punya apa apa lagi,
Saat rembulan tertawa memaki,
Saat sendiri jalanan sepi...

Pastinya menyeka muka,
Lesu disudut kota tua,
Meramal apalagi sedih yang nyata,
Yang akan datang menghampiri jua...

Sekarang tertawa sendu,
Sadar tiada apa yang pasti,berlalu,
Berkias bunga berkias rindu,
Menuntut jiwa jiwa baru...

Pelangi mana yang hadir dimalam hari,
Adapun bintang yang terang nan jauh sekali,
Ataupun rembulan yang hanya lewat barang sesekali,
Namun tiada yang dapat kupenuhi....

Ohh,,
Lembaran jiwa usiaku telah tiba,
Kian bertambah makin maikn dan makin tua,
Berhias percuma apa yang ada,
Yang jadi bekal sampai tak lagi muda..

Kutuang anggur arabika..
Ditemani sunyi dan senyap didepan mata kepala,
Gemuruh angin riang tertawa,
Seakan padaku yang sedang terhina.....
Sent from BlackBerry® on 3

Selasa, 29 April 2014

BAJINGAN ITU IRI DENGKI

Kudengarkan segala rona dirimu,
Kulihat suara suara indah ceriamu,
Pergi tanpa sehelai ragu,
Mengharap jiwa jiwa baru...

Kutanya apa yang ada padanya,
Tentang haru biru didirinya,
Tentang apa yang dibuatnya,
Dan segala lakuannya...

Kujalankan motor kehidupan,
Melawan angkara kearah depan,
Menikung dikilas kaca depan,
Sebuah bayang bayang kebahagiaan....

Tapi itu hanya bayangan dibelakang,
Kerapuhan titik yang terkekang,
Pada wkatu yang seakan berselang,
Menerpa binatang binatang jalang.....

Jalang kau cinta,
Pedihnya palsu sebuah raga,...

Bajingan kau iri dengki,
Menghardik kebahagiaan ini....
Sent from BlackBerry® on 3

Rabu, 23 April 2014

SEKILAS CERITA MAWAR LAYU

Poros awan titik balik kehidupan,
Jalan dalam kian angan ber angan,
Pelabuhan sukma jauh dihadapan,
Kasih lembut sang sukma perawan..

Jalur indah sang penagih janji,
Kait ber kait indah memuji,
Dambaan oh hilang tiada lagi,
Romansa palsu nan keji...

Indahnya sang kembang mawar,
Berduri indah manis nan sabar,
Jelita rona mata kiam memudar,
Memandang jendela keluar...


Janji suci perawan berlari,
Penebar pesona indah berseri,
Sejuk embun air di pagi hari,
Anugrah sang Maha Pemberi....

Lama kau meredup,
Takut kau berdegup,
Mata indah lekas sayup,
Rindu kecup demi kecup....

Malam beralas tetes kesedihan,
Batu nisan sang kenangan,
Membuka peti luka segala beban,
Tak percaya akan sebuah kesaksian....

Jangan kau buang keindahanmu,
Lekas kau berbalik segera merayu,
Sebelum titik nadi menjadi sendu,
Tiada lagi dunia indah tanpa hadirmu.....
Sent from BlackBerry® on 3

Jumat, 18 April 2014

MENGEJAR PELANGI

Dengan kopi dimalam sendu ini,
Diiringi hujan romantis lagi,
Dalam cipta jiwa yang risau ini,
Ku berdendang kata disini....

Wahai jiwa yang terbelenggu makna,
Kau singgahi jiwa tanpa bekas didada,
Bertaut kasih tanpa ikatan nyata,
Berucap manis indah dihadapan dunia...

Elok sungguh elok kembang sepatu,
Terjamah nian seiring waktu,
Lambang kasih kian terpadu,
Menunggu Yang Kuasa kabulkan rindu...

Bagai kiasan indah yang mempesona,
Membuka ruang pelangi didepan mata,
Menghadirkan keinginan nyata,
ku tak sadar itu khayal semu nyata....

Ku tau pelangi itu semu adanya,
Indah tercipta bila jauh terasa,
Pada saat ku kejar adanya,
Hanya lelah yang hadir sempurna...
Sent from BlackBerry® on 3

Kamis, 10 April 2014

bunga bunga dunia..
Kau adalah dambaan pria pria..
Senyumu laksana permata,
Tawamu laksana aroma syurga...

Berhias gemulai sikapmu,
Canda manja bergemuruh rindu,
Tiada hari tanpa merayu,
Setiap bunga bunga berjalan itu....

Astaga....
Kalian begitu mahal harganya...
Bahkan orang terkaya pun merana..
Ketika kau pergi lalu tiada....

Dan ku sadari...
Dengan cermin pecah ini,
Raut muka ku saja begini,
Tiada kupunya yang lebih lagi....

Tapi tak apa,
Hanya memandang di toko bunga saja,
Tak perlu juga menghiasi dengan bunga mahal seperti mereka...
Toh tiada pantas untukku jua....

Kata orang yang paling kucinta...
Mama....
Sent from BlackBerry® on 3

Senin, 24 Maret 2014

LELAH KESAH

Kulihat sore hari diawal minggu,
Keemasan sore hari itu,
kemilau awan awan harapan lalu,
Mengais puing hidup pilu...

Engkau berlalu,
Seraya berkata mampu,
Kau hiasi peninggalanku,
Dengan bintang kelabu....

Sorot mentari makin menjadi,
Tanda akhir dari masa ini,
Antara aku dan si benci,
Berparas anggun entah suci....

Berlabuh dalam sebuah angan,
Menepi di dermaga impian,
Bercumbu dengan kesedian,
Bercinta dengan kesepian,..

Walaupun aku tiada harganya,
Tapi aku berusaha tak akan teraniyaya,

Helaan nafas terengah lelah,
Keringat dikening yang basah,
Tertunduk lesu dengan kesah,
Bagai tiada arah.....
Sent from BlackBerry® on 3

Kamis, 27 Februari 2014

Seribu kebaikan

Adakalanya aku merundung kesepian ini sendiri,, tapaki segala hal dengan kemurahan hati,, merendah agar tak ada yang membenci,,
dan sesekali,, aku berharap membeli sebuah harga diri,, supaya kehidupan ini terasa lebih berarti,, namun entah kenapa seperti tak layak hidup ini mendapatkan apa yang aku ingini,, sesak terus membubuh jalanan ini,, dan terulang dan terulang lagi,, bukan seumpama tapi ini memang telah terjadi,, seolah tiada mimpi dapat aku raih,, yang kulihat hanyalah pelangi pelangi di malam hari,, mungkin memang pelangi itu hanya bias cahaya hati,, merona sejukan jati diri,, melepas penat keluhan hati,,
tuhan, engkaulah maha segalanya yang baik,, aku hanya insan yang sering terbalik,, mungkin tiada lagi sisiku yang menarik,, dan hanya ridha dariMu lah aku berbalik,, agar kudapat yang baik baik....

Mungkin ketulusan hari ini tak ada harganya,, yang ku tahu dunia lebih menarik dari ketulusan,, tapi Tuhan berani bayar mahal untuk keikhlasan,, diganjar seribu kebaikan dari satu tindakan,, rasanya pantas untuk suatu pembelajaran,,..

----------
Dikirim dari Nokia saya