Kulihat jarum jam merah itu,
Bergerak memutar menandakan waktu,
Akan terus berlalu,
Seiring derap langkahku...
Jalan penuh lika liku,
Hilir ketepian hulu,
Dari nyata hingga semu,
Hanya tinggal menunggu waktu..
Alangkah berartinya sang waktu,
Tiap detik adalah madu,
Manis hinggat tak terukur rindu,
Sampai dimana telah dituju...
Aku hanya bisa tertunduk lesu,
Pula hingga kadar naik semangatku...
Entah apalah lagi caraku,
Hitungan mundur sebuah lagu,
Atas segala perbuatanku,
Hingga tiada lagi rindu...
Menggebu...
Ini hadiahku,
Ku lihat hanya genggaman semu,
Entah apa dalam diriku,
Yang hilang ditelan waktu.....
Sent from BlackBerry® on 3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar