pengunjung online

Jumat, 22 November 2013

Arti Dirimu

Lihat mentari dipagi hari ini,
tak begitu menyilaukan tapi bisa memberi kehangatan,
seolah memberi pengharapan pembaruan,
untuk lebih mengarah ke masadepan...

Sekarang hadir dirmu,
bidadari indah dikalbu ku,
layaknya percikan air di pegunungan itu,
segar serasa segala menjadi baru...

Biarpun kau sulit ku tempuh,
wujudmu tak bisa kurengkuh,
tapi hanya jiwa mu yang membuatku luluh,
semangat mu yang tak seperti perempuan perempuan biasa itu...

Kau bisa imbangi jalan kata kataku,
bemain perhiasan perhiasan jiwa rindu,
dan tak ada satu kepalsuan curigaimu,
layaknya pendirian yang berhantu..

Aku tau raga ini sedang merindu,
rindukan segala yang ada padamu,
jauh hari ku tlah memberitahu,
bahwa ku tak akan pergi bila kau tak kecewa terhadap jiwa ragaku...

LEZTY YUNITA..

----------
Dikirim dari Nokia saya

Minggu, 10 November 2013

Ceritaku

ku hidupkan motor waktu ini,,
penjelajahan waktu hidup diri,,
masa dimana baru aku terlahir disini,
sampai disaat aku mengejar mimpi...

Aku datang di pagi hari,
saat indah masa kecil ini,,
saat begumul dengan game konsol sendiri,
menjelajah cerita segala fantasi,,
beranjak aku melangkah lagi...

Hadir sekolah menengah ku di siang ini,
menyapa teknologi terkini,
tapi aku takut orangtuaku memarahi,
dan aku lekas berlari...

Sore hari sebentar lagi,,
tapi masih banyak yang kuingin disini,,
ku rengkuh pohon agar lekas melihat tinggi,
melihat aku sedang mencar jati diri...

Sekarang 10 november 2013,,
aku masih bujang,,

aku harap aku bisa melangkah lagi,
agar aku bisa bercerita nanti,,

suatu ketika untuk anakku disini....
AUGIE..

----------
Dikirim dari Nokia saya

Rabu, 30 Oktober 2013

Mencinta, merayu, menyayangimu..

Kias kias langit malam,
meredam asa segala kelam,
udara merasuk jiwa yang karam,
keluh kesah putih dan hitam...

Pejamkan mata hati ini,
jika lembah pahit makin menjadi,
tutup segala asa dalam diri,
selepas harapan yang tiada pasti...

Selembar kertas penuh coretan ini,
rekaman indah direlung hati,
tulisan manja penghangat hati,
pemberi senyuman sang mentari....

Jalan panjang kian berlalu,
lukisan indah siraman kalbu,
tonggak besar penawar rindu,
dalam diri bernyanyi sendu....

Tepian hati resah tak menentu,
bidadari indah penghias pilu,
senyum indah jadi merayu,
suci hati inginku membeku....

Mencintaimu, merayu, menyayangimu....

----------
Dikirim dari Nokia saya

Sabtu, 19 Oktober 2013

Hanya Bicara Sendiri

Sejuknya angin dimalam ini,
membawa kias kias semu dalam diri,
setlah bayangan ini berganti lagi,
menjadi gelap tiada bertepi,,

bila ku samapai pada waktunya,
kan ku ukir pada indah bunga nirwana,
coba tulis kata suka cita,
membayang segala kerajaan nyata..

Surgawi dunia ini hanya ilusi,
bagai mimpi yang tiada berarti,
memberi kegundahan sesaat ini,
akhir cerita yang selalu berduka lagi...

Purnama malam kian berlalu,
makin membisu dalam sendu,
puing kehidupan mengalun rindu,
sesaat hilang seketika itu,

cakrawala penuh bintang,
hiasi jiwa yang kian menerjang,
bait bait puisi yang esok kan hilang,
saat satu atau dua hal membayang...

Akuilah kesepian itu anugerah,
saat sulit untuk tetap terarah,
tapak tapak waktu dalam helap dan cerah,
bukankah itu sebuah noktah...

malam hanyalah malam,
terbias cahaya kalam,
yang menjadikan hati tentram,
karena hangat mencekam...

Hati selalu sepi,
tiada rona yang menemani,
saat auka duka ini,
hanya aku yang bicara sendiri....

----------
Dikirim dari Nokia saya

Jumat, 18 Oktober 2013

Yang Dalam Sepi

Hembusan angin malam,
menyeruak jiwa yang terdalam,
menyejukkan jiwa yang kelam,
disaat sukma bercampur dendam...

Kulihat cermin disudut kamar,
wajahku yang terlihat samar,
seperti dalam keadaan tegar,
padahal sedang terkapar...

Sungguh hati ini jalan suci,
entah mungkin pantas dicaci,
pantas pula dimaki maki,
karena aku sadar diri...

Aku bercermin kembali,
saat yang tiada bertepi,
tiada tempat tuk berbagi,
bertepuk seorang diri...

Aku harus segera berjanji,
agar tidak nakal lagi,
bermain main dalam sepi,
merenung dalam mimpi mimpi,...

Coba saja aku lebih mengerti,
bahwa tiada lagi yang paling berarti,
selain jejak jejak langkah diri,
yang ada setiap pagi hari,
sampai menjelang malam ini....

Sungguh aku bukan yang berarti...
Laki laki yang dalam sepi...

----------
Dikirim dari Nokia saya

Senin, 07 Oktober 2013

Aku melagkah lagi

Saat hangat saat sepi,
indah nian muka bumi ini,
layaknya rona kehdupan hakiki,
yang terpancar pembenaran diri...
Suatu mimpi dikala mimpi,
keindahan yang kian berarti,
namun tiada saksi,
hanyalah ingatan batin ini...

Aku bertindak tak hanya sehari,
tak jua berkali kali,
namun hamparan ombak yang kuat ini,
menuntunku untuk menepi...
Lagi...dan lagi....

Hanya semu aku sendiri,
batinku terbawa mimpi,
layaknya terbang hatiku ini,
tak mau lagi mengharap janji.....

Aku melangkah lagi....

Kamis, 26 September 2013

Pengubah mimpi

Gemericik air hujan ini,
seakan membawa langkah ini terhenti,
bertahan dalam sejuknya hati,
dalam hening diri...

Romansa malam dibasahi mimpi,
menjelma merengkuh hati,
melepas sepi,
aku disini....

Memang bukan waktunya lagi,
jam dinding ini mengingatkan diri,
detik detik sepi,
saat saat ini....

Kubuka bungkusan rokok tadi,
nyalakan sebuah penghibur diri,
pengobat hati,
pengubah mimpi....

Minggu, 15 September 2013

Modal tulus untuk sang putri bidadari

Hembusan angin malam ini,
membuat cakrawala dikepala sepi,
mengumbar kegelisahan seorang diri,
dan mencoba terus menggapai mimpi...

Dikala kesenangan tak lagi disini,
dan kegembiraan beranjak pergi,
tersuratlah gambaran hati,
yang merundung dalam sepi...

Warna indah pelangi,
nampaknya tak lagi dihati,
nikmatnya surgawi,
tak sudi lagi disisi....

Dan lagi dan lagi,
sebuah pelajaran bagi pribadi rapuh ini,
yang dulu hendak merajut mimpi,
dan bergegas meraih esok cerah pagi hari..

Tapi sungguh tapi,
mimpi sebatas mimpi,
kata orang ku harus tahu diri,
siapa kau ini...

Pangeran lah yang sepatutnya mempersunting sang putri,
bukan jodohnya pekerja Rodi ini,
pas pasan sana sini,
hanya bermodal janji janji pada putri bidadari,
dan modal tulus dihati tak mungkin meluluhkan sang putri ini...

Aku tau diri....

Sabtu, 07 September 2013

Angan sang pemimpi

Di hening kegelapan ini,
tersirat angan angan dalam hati,
tentang yang tak dapat diraih diri,
karena keterbatasan pribadi,

sekelibat bayang yang penuh arti,
terbias cahaya indah yang tampak berarti,
walau akhirnya aku harus tahu diri,
karena diri yang tak pantas ini...

Mungkin, mungkin dan mungkin..
Andai andai dan andai,
angan ini begitu berarti,
hingga ku ketahui, itu semua hanyalah mimpi...

Minggu, 25 Agustus 2013

Tidak mudah hitam ini,
tidak sulit suci ini,
hanya kegelisahan janji,
terukir dalam memori..