pengunjung online

Selasa, 29 Juli 2014

Bukankah kau cantik wahai bunga Eidelweis?

Suatu saat nanti dirumahku,
Ingin ku hiasi dengan bunga ini,
Yang entah kenapa begitu sederhana,
Tapi cantik luar biasa,....

Kucari ia ditaman hati,
Ku jelajahi sudut dunia ini,
Sang bunga perasaan kan kucari,
Sebelum hidupku tak berarti....

Kan kuceritakan cantiknya,
Kan kuungkapkan pesonanya,
Ketika bersemi bunganya,
Ketika semua tak memperhatikannya.....

Sungguh beruntung aku menemukan bunga ini,
Ditepian dia berdiri,
Dengan tanpa ada yang melindungi,
Tapi ia tetap berseri....

Tanpa ada cacat ia cantik,
Tersenyum kecewa ketika melirik,
Tanda kesepian sangat menarik,
Tak jadi aku pernah petik...

Ku pindahkan dalam pot sederhana,
Agar ia jadi daya tariknya,
Ku sirami ia supaya bercahaya,
Agar teguh menjalani dunia...

Berapapun aku tak mau menjualnya,
Aku cinta bungaku saja...

Sampai saat dia sudah bersemi,
Mewangi,
Sampai pot punyaku tak sanggup menopang indahnya lagi,
Dan sampai aku tak sanggup membeli pot lagi....

Barulah aku pindahan ia,
Ku tanam di kebun penuh warna,
Agar ia makin bercahaya,
Karena cantiknya....

Oh bunga,
Sungguh cantik dirimu...
Apa kamu tak menyadarinya?
Atau malu mengakuinya?

kau selalu membandingkan dirimu dengan dewi-dewi bunga matahari,
Padahal kau tak sama dengan mereka,...

Mereka bercahaya karena nama dan penampakannya,
Tak seperti dirimu yang apa adanya,
Bila kau tahu,
Banyak yang lebih memilihmu daripada mereka,
Karena kesederhanaanmu,
Karena cantikmu menawan untuk segala harga,
Harga yang tak bisa dibeli dengan fisik atau nama yang ada...

Cantik, berseri, tak berduri,
Rapuh membuatku belajar menahan diri,
Agar dirimu tak ternodai,
Hina nya dunia yang fana ini..

Oh bungaku,
Tersenyumlah untukku,
Agar ku bisa hidup lebih bahagia,
Walau engkau jauh didepan mata.....

Untuk mu,
@leztyYunita
Dariku
@augiesiswoyo ....
Sent from BlackBerry® on 3

Tidak ada komentar:

Posting Komentar