pengunjung online

Minggu, 15 September 2013

Modal tulus untuk sang putri bidadari

Hembusan angin malam ini,
membuat cakrawala dikepala sepi,
mengumbar kegelisahan seorang diri,
dan mencoba terus menggapai mimpi...

Dikala kesenangan tak lagi disini,
dan kegembiraan beranjak pergi,
tersuratlah gambaran hati,
yang merundung dalam sepi...

Warna indah pelangi,
nampaknya tak lagi dihati,
nikmatnya surgawi,
tak sudi lagi disisi....

Dan lagi dan lagi,
sebuah pelajaran bagi pribadi rapuh ini,
yang dulu hendak merajut mimpi,
dan bergegas meraih esok cerah pagi hari..

Tapi sungguh tapi,
mimpi sebatas mimpi,
kata orang ku harus tahu diri,
siapa kau ini...

Pangeran lah yang sepatutnya mempersunting sang putri,
bukan jodohnya pekerja Rodi ini,
pas pasan sana sini,
hanya bermodal janji janji pada putri bidadari,
dan modal tulus dihati tak mungkin meluluhkan sang putri ini...

Aku tau diri....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar