Sejuknya angin dimalam ini,
membawa kias kias semu dalam diri,
setlah bayangan ini berganti lagi,
menjadi gelap tiada bertepi,,
bila ku samapai pada waktunya,
kan ku ukir pada indah bunga nirwana,
coba tulis kata suka cita,
membayang segala kerajaan nyata..
Surgawi dunia ini hanya ilusi,
bagai mimpi yang tiada berarti,
memberi kegundahan sesaat ini,
akhir cerita yang selalu berduka lagi...
Purnama malam kian berlalu,
makin membisu dalam sendu,
puing kehidupan mengalun rindu,
sesaat hilang seketika itu,
cakrawala penuh bintang,
hiasi jiwa yang kian menerjang,
bait bait puisi yang esok kan hilang,
saat satu atau dua hal membayang...
Akuilah kesepian itu anugerah,
saat sulit untuk tetap terarah,
tapak tapak waktu dalam helap dan cerah,
bukankah itu sebuah noktah...
malam hanyalah malam,
terbias cahaya kalam,
yang menjadikan hati tentram,
karena hangat mencekam...
Hati selalu sepi,
tiada rona yang menemani,
saat auka duka ini,
hanya aku yang bicara sendiri....
----------
Dikirim dari Nokia saya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar