pengunjung online

Jumat, 18 Oktober 2013

Yang Dalam Sepi

Hembusan angin malam,
menyeruak jiwa yang terdalam,
menyejukkan jiwa yang kelam,
disaat sukma bercampur dendam...

Kulihat cermin disudut kamar,
wajahku yang terlihat samar,
seperti dalam keadaan tegar,
padahal sedang terkapar...

Sungguh hati ini jalan suci,
entah mungkin pantas dicaci,
pantas pula dimaki maki,
karena aku sadar diri...

Aku bercermin kembali,
saat yang tiada bertepi,
tiada tempat tuk berbagi,
bertepuk seorang diri...

Aku harus segera berjanji,
agar tidak nakal lagi,
bermain main dalam sepi,
merenung dalam mimpi mimpi,...

Coba saja aku lebih mengerti,
bahwa tiada lagi yang paling berarti,
selain jejak jejak langkah diri,
yang ada setiap pagi hari,
sampai menjelang malam ini....

Sungguh aku bukan yang berarti...
Laki laki yang dalam sepi...

----------
Dikirim dari Nokia saya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar