Hey kasih kau ingtkanku....
Bingkai bingkai lusuh dikardusku,
Diatas langit-langit yang berderbu,
Tentang masa kecilku...
Kuingat rumah itu,
Tempat pertama ku membuka mata,
Kubuka jendela dunia,
Aroma udara hangatnya...
Berlarian di lorong rumah,
Menyapa setiap senyum senyumnya,
Bermain sepuasnya,
Seakan tak mungkin kan kemana mana,..
Awali setiap pagi dengan ceria,
Menyambut siang dengan cerita,
Menunggu sore gegap-gempita,
Sampai malam yang suka-cita...
Mama, terima kasih hari ini,
Untuk hari hariku kemarin,
Hari dimana hanya ada keceriaan disana,
Kau selalu ada, bahagia.....
Sent from BlackBerry® on 3
pengunjung online
Minggu, 31 Agustus 2014
Jumat, 29 Agustus 2014
Namamu.....dalam Lelapku
Kurengkuh selimut ditempat tidurku,
Guling ini serasa mirip dirimu,
Acapkali namamu kurindu,
Sampai dalam lelap tidurku....
Serasa terbuai akan lembutmu,
Hangat kian sesuai manja dirimu,
kasihmu sedalam lautan kalbu,
Menusuk rongga hati kelabu...
Kubuatkan puisi ini untukmu,
Seribu sapaan manis mahligai madu,
Kasihmu,
Inilah aku.....
Sent from BlackBerry® on 3
Guling ini serasa mirip dirimu,
Acapkali namamu kurindu,
Sampai dalam lelap tidurku....
Serasa terbuai akan lembutmu,
Hangat kian sesuai manja dirimu,
kasihmu sedalam lautan kalbu,
Menusuk rongga hati kelabu...
Kubuatkan puisi ini untukmu,
Seribu sapaan manis mahligai madu,
Kasihmu,
Inilah aku.....
Sent from BlackBerry® on 3
Minggu, 24 Agustus 2014
Spion itu Masalalu,Utara itu masadepan...
Lihat manis mentari,
Bibirnya merona dipagi hari,
Layaknya masadepan ini,
Tak akan ragu lagi...
Takkan lagi melihat kaca spion ini,
Tiada yang harus aku kenang nanti,
Hanya tinggal hari ini dan nanti,
Perlunya kasih darimu yang menghampiri...
Seusainya terbit mentari,
Hangat fajar menusuk hati,
Merubah kulit layu jadi berseri,
Akan datang masa indah kini...
Harusnya aku bersiap diri,
Agar hari ini terpenuhi,
Tumpukan kertas dimeja ini,
Harus segera kubenahi...
Kasih tolong aku..
Kita bereskan meja masadepanku,
Tentunya bersamamu,
Agar tiada lagi masa kelabu...
Kita sapu masa lalu,
Buang semua ke tong sampah bau,
Agar bersih rumah kita itu,
Dan bisa hidup bersamamu.....
Sent from BlackBerry® on 3
Bibirnya merona dipagi hari,
Layaknya masadepan ini,
Tak akan ragu lagi...
Takkan lagi melihat kaca spion ini,
Tiada yang harus aku kenang nanti,
Hanya tinggal hari ini dan nanti,
Perlunya kasih darimu yang menghampiri...
Seusainya terbit mentari,
Hangat fajar menusuk hati,
Merubah kulit layu jadi berseri,
Akan datang masa indah kini...
Harusnya aku bersiap diri,
Agar hari ini terpenuhi,
Tumpukan kertas dimeja ini,
Harus segera kubenahi...
Kasih tolong aku..
Kita bereskan meja masadepanku,
Tentunya bersamamu,
Agar tiada lagi masa kelabu...
Kita sapu masa lalu,
Buang semua ke tong sampah bau,
Agar bersih rumah kita itu,
Dan bisa hidup bersamamu.....
Sent from BlackBerry® on 3
Sabtu, 23 Agustus 2014
LELAKI DAN KESEDIHAN
wanita bersedih itu beragam..
Mungkin karena pasangan,
Mungkin sahabat,
Mungkin teman,
Mungkin keluarga....
Tapi lelaki bersedih itu hanya satu jawaban...
Bukan uang atau jabatan,
Dia lemah lesu, dan bersedih itu dari wanita....
Berapa banyak laki laki yang diam disudut ruangan itu,
Menyendiri,menangisi diri sendiri,
Karena tak mampu memiliki wanitanya..
Dia terlihat sesak,
Tak bergeming, berwajah datar,
Dan selalu memandang sayu pada wanita,
Jika tertarik wanita,
Dia hanya meracau dalam hatinya,
Dan lekas pergi tanpa berusaha...
Mungkin aneh,
Tapi aku pernah merasa,
Sewaktu aku perfeksionis diri,
Ingin terbaik untuk pribadi....
Setelah lama, akhirnya sadar jua,
Tak ada yang lebih bahagia,
Dari wanita yang bisa menerima,
Sebab diriku pun belum sempurna....
Adakala kau ingin berlian,
Tapi uang mu hanya mampu membeli kristal saja...
Jangan tunggu,
Raihlah yang ada,
Yakinkan dia,
Sampai tiada yang bisa...
Memisahkannya...
Lelaki, faktor kesedihanmu hanya satu,
Pendamping hidupmu.....
Sent from BlackBerry® on 3
Mungkin karena pasangan,
Mungkin sahabat,
Mungkin teman,
Mungkin keluarga....
Tapi lelaki bersedih itu hanya satu jawaban...
Bukan uang atau jabatan,
Dia lemah lesu, dan bersedih itu dari wanita....
Berapa banyak laki laki yang diam disudut ruangan itu,
Menyendiri,menangisi diri sendiri,
Karena tak mampu memiliki wanitanya..
Dia terlihat sesak,
Tak bergeming, berwajah datar,
Dan selalu memandang sayu pada wanita,
Jika tertarik wanita,
Dia hanya meracau dalam hatinya,
Dan lekas pergi tanpa berusaha...
Mungkin aneh,
Tapi aku pernah merasa,
Sewaktu aku perfeksionis diri,
Ingin terbaik untuk pribadi....
Setelah lama, akhirnya sadar jua,
Tak ada yang lebih bahagia,
Dari wanita yang bisa menerima,
Sebab diriku pun belum sempurna....
Adakala kau ingin berlian,
Tapi uang mu hanya mampu membeli kristal saja...
Jangan tunggu,
Raihlah yang ada,
Yakinkan dia,
Sampai tiada yang bisa...
Memisahkannya...
Lelaki, faktor kesedihanmu hanya satu,
Pendamping hidupmu.....
Sent from BlackBerry® on 3
Lelaki (itu) manusia juga
wanita bersedih itu beragam..
Mungkin karena pasangan,
Mungkin sahabat,
Mungkin teman,
Mungkin keluarga....
Tapi lelaki bersedih itu hanya satu jawaban...
Bukan uang atau jabatan,
Dia lemah lesu, dan bersedih itu dari wanita....
Berapa banyak laki laki yang diam disudut ruangan itu,
Menyendiri,menangisi diri sendiri,
Karena tak mampu memiliki wanitanya..
Dia terlihat sesak,
Tak bergeming, berwajah datar,
Dan selalu memandang sayu pada wanita,
Jika tertarik wanita,
Dia hanya meracau dalam hatinya,
Dan lekas pergi tanpa berusaha...
Mungkin aneh,
Tapi aku pernah merasa,
Sewaktu aku perfeksionis diri,
Ingin terbaik untuk pribadi....
Setelah lama, akhirnya sadar jua,
Tak ada yang lebih bahagia,
Dari wanita yang bisa menerima,
Sebab diriku pun belum sempurna....
Adakala kau ingin berlian,
Tapi uang mu hanya mampu membeli kristal saja...
Jangan tunggu,
Raihlah yang ada,
Yakinkan dia,
Sampai tiada yang bisa...
Memisahkannya...
Lelaki, faktor kesedihanmu hanya satu,
Pendamping hidupmu.....
Sent from BlackBerry® on 3
Mungkin karena pasangan,
Mungkin sahabat,
Mungkin teman,
Mungkin keluarga....
Tapi lelaki bersedih itu hanya satu jawaban...
Bukan uang atau jabatan,
Dia lemah lesu, dan bersedih itu dari wanita....
Berapa banyak laki laki yang diam disudut ruangan itu,
Menyendiri,menangisi diri sendiri,
Karena tak mampu memiliki wanitanya..
Dia terlihat sesak,
Tak bergeming, berwajah datar,
Dan selalu memandang sayu pada wanita,
Jika tertarik wanita,
Dia hanya meracau dalam hatinya,
Dan lekas pergi tanpa berusaha...
Mungkin aneh,
Tapi aku pernah merasa,
Sewaktu aku perfeksionis diri,
Ingin terbaik untuk pribadi....
Setelah lama, akhirnya sadar jua,
Tak ada yang lebih bahagia,
Dari wanita yang bisa menerima,
Sebab diriku pun belum sempurna....
Adakala kau ingin berlian,
Tapi uang mu hanya mampu membeli kristal saja...
Jangan tunggu,
Raihlah yang ada,
Yakinkan dia,
Sampai tiada yang bisa...
Memisahkannya...
Lelaki, faktor kesedihanmu hanya satu,
Pendamping hidupmu.....
Sent from BlackBerry® on 3
Rabu, 13 Agustus 2014
BERHENTI DALAM HATIMU
Bukan paras, bukan wajahmu,
Bukan kaya, bukan hartamu,
Tapi kau seperti ada dalam diriku,
Mengingatkanku akan hidupku,..
Sempurnamu bukan bentuk tubuhmu,
Bukan pula caramu merayuku,
Tapi laku mu yang menmpesona jendelaku,
Dikala mendung di alam kalbu....
Perasaan ini berhenti di dirimu,
Setelah berfikir keras tetaplah begitu,
Wanita penggoda pun sudah enggan merayu,
Dan jiwaku telah sepenuhnya hidup karena ada mu....
Jika ada wanita yang lebih indah darimu,
Itu pasti hanyalah ibumu,
Yang melahirkan dan mendidikmu,
Menjadi yang selalu kurindu....
Teruntuk : Lesti Yunita
Sent from BlackBerry® on 3
Bukan kaya, bukan hartamu,
Tapi kau seperti ada dalam diriku,
Mengingatkanku akan hidupku,..
Sempurnamu bukan bentuk tubuhmu,
Bukan pula caramu merayuku,
Tapi laku mu yang menmpesona jendelaku,
Dikala mendung di alam kalbu....
Perasaan ini berhenti di dirimu,
Setelah berfikir keras tetaplah begitu,
Wanita penggoda pun sudah enggan merayu,
Dan jiwaku telah sepenuhnya hidup karena ada mu....
Jika ada wanita yang lebih indah darimu,
Itu pasti hanyalah ibumu,
Yang melahirkan dan mendidikmu,
Menjadi yang selalu kurindu....
Teruntuk : Lesti Yunita
Sent from BlackBerry® on 3
Minggu, 10 Agustus 2014
MAAFKAN (AKU) DUNIA
MAAFKAN (AKU) DUNIA
Maaf dunia..
Bila mulai malam ini aku berbeda,
Aku ingin mencicipi buah kebenaran itu,
Yang sudah seharusnya aku tak ragu....
Aku takut waktu mendatangiku,
Menagih keadaanku,
Bahwa segalanya tlah salah dari bawah,
Layaknya rumusan kimia itu....
Kubersihkan jendela pribadiku,
Ku cuci pakaian batinku,
Ku tata perabot kehidupanku,
Sampai tampak rapi oleh keluargaku...
Suguhan diri tak pernah puas,
Lusa kemarin ingin,
Sekarang punya,
Dan esok bosan pula...
Aku harus bangun dari tempat tidur nyaman ini,
Harus kubereskan angan dan mimpi mimpi,
Agar kejujuran tertata rapi,
Dan kelak aku kan berbagi kasih disini....
Mulailah dengan hal kecil,
Setapak lebih berarti,
Supaya belajar berkendali,
Atas tanggung-jawabku sendiri....
Maaf dunia, aku hidup dialam nyata...
Angan hanyalah tipu logis semata,
Makanlah apa yang ada di meja makan,
Hingga nanti ku akui dunia ini indah terselesaikan....
Sent from BlackBerry® on 3
Maaf dunia..
Bila mulai malam ini aku berbeda,
Aku ingin mencicipi buah kebenaran itu,
Yang sudah seharusnya aku tak ragu....
Aku takut waktu mendatangiku,
Menagih keadaanku,
Bahwa segalanya tlah salah dari bawah,
Layaknya rumusan kimia itu....
Kubersihkan jendela pribadiku,
Ku cuci pakaian batinku,
Ku tata perabot kehidupanku,
Sampai tampak rapi oleh keluargaku...
Suguhan diri tak pernah puas,
Lusa kemarin ingin,
Sekarang punya,
Dan esok bosan pula...
Aku harus bangun dari tempat tidur nyaman ini,
Harus kubereskan angan dan mimpi mimpi,
Agar kejujuran tertata rapi,
Dan kelak aku kan berbagi kasih disini....
Mulailah dengan hal kecil,
Setapak lebih berarti,
Supaya belajar berkendali,
Atas tanggung-jawabku sendiri....
Maaf dunia, aku hidup dialam nyata...
Angan hanyalah tipu logis semata,
Makanlah apa yang ada di meja makan,
Hingga nanti ku akui dunia ini indah terselesaikan....
Sent from BlackBerry® on 3
Jumat, 08 Agustus 2014
CERITA KELANA
senja dipagi hari,
Kau lukis warna kias pelangi,
Hadiah hijau indah permadani,
Pegunungan indah berseri...
Sering kutawarkan perawan tuk menarik hati,
Tapi tiada pula yang membeli,
Ku tawarkan sekedar hati,
Yang penuh kasih suci,..
Ku buatkan kau segala,
Ku usahakan juga agar percaya,
Tak cuma satu-satu sahaja,
Tapi mereka hendak kemana....
Selangkah mundur,
Satu juga mundur,
Semua ikut membaur,
Hingga aku sendiri terlanjur...
Kuikuti jalan sepi sendiri,
Sembari ku teguk penawar hati,
Payung tegar enggan kutemui,
Sebab aku bukan pemikat janji,..
Sampailah disini,
Ketika ku temukan biduan sunyi,
Bersembunyi dibalik nokia ini,
Dia bermaksud menarik simpati,
Pada setiap sudut hati diri...
Dia anggap ku menarik,
Aku pun ikut tertarik,
Lekas aku jadi simpatik,
Bunga pujaan kan kupetik...
Pagi ku sapa,
Siang kau rasa,
Malam kita jaga,
Tiap detik adalah romansa.....
Kasih, kau satu-satunya yang menakjubkanku. Walau kau tiada didepan muka ku, tapi tawa candamu yang membuatku rindu. Usai sudah perjalanan cintaku, tiada lagi selain dirimu. Bilapun engkau bukan milikku. Mungkin hingga mati aku tak lagi merindu....
Sent from BlackBerry® on 3
Kau lukis warna kias pelangi,
Hadiah hijau indah permadani,
Pegunungan indah berseri...
Sering kutawarkan perawan tuk menarik hati,
Tapi tiada pula yang membeli,
Ku tawarkan sekedar hati,
Yang penuh kasih suci,..
Ku buatkan kau segala,
Ku usahakan juga agar percaya,
Tak cuma satu-satu sahaja,
Tapi mereka hendak kemana....
Selangkah mundur,
Satu juga mundur,
Semua ikut membaur,
Hingga aku sendiri terlanjur...
Kuikuti jalan sepi sendiri,
Sembari ku teguk penawar hati,
Payung tegar enggan kutemui,
Sebab aku bukan pemikat janji,..
Sampailah disini,
Ketika ku temukan biduan sunyi,
Bersembunyi dibalik nokia ini,
Dia bermaksud menarik simpati,
Pada setiap sudut hati diri...
Dia anggap ku menarik,
Aku pun ikut tertarik,
Lekas aku jadi simpatik,
Bunga pujaan kan kupetik...
Pagi ku sapa,
Siang kau rasa,
Malam kita jaga,
Tiap detik adalah romansa.....
Kasih, kau satu-satunya yang menakjubkanku. Walau kau tiada didepan muka ku, tapi tawa candamu yang membuatku rindu. Usai sudah perjalanan cintaku, tiada lagi selain dirimu. Bilapun engkau bukan milikku. Mungkin hingga mati aku tak lagi merindu....
Sent from BlackBerry® on 3
KAU.....(SEGALA INDAH DUNIA)
kau peri tidurku,
Kau putri malamku,
Kau kembang desaku,
Kau jelita kampusku...
Kau venus ku,
Kau matahariku,
Kau bintangku,
Kau rembulanku,
Kau pelangiku,
Kau aurora ku,
Kau lembayung senja ku,
Kau awanku...
Kau lily ku,
Kau anggrek ku,
Kau tulip ku,
Kau eidelweisku.....
Engkau segalaku....
Sent from BlackBerry® on 3
Kau putri malamku,
Kau kembang desaku,
Kau jelita kampusku...
Kau venus ku,
Kau matahariku,
Kau bintangku,
Kau rembulanku,
Kau pelangiku,
Kau aurora ku,
Kau lembayung senja ku,
Kau awanku...
Kau lily ku,
Kau anggrek ku,
Kau tulip ku,
Kau eidelweisku.....
Engkau segalaku....
Sent from BlackBerry® on 3
Rabu, 06 Agustus 2014
(MACAM)KEHIDUPAN
(MACAM)KEHIDUPAN
Derap kehidupan ini tak seragam,
Terkadang iramanya saling mengecam,
Dari sebutir pasir, hingga kapal tenggelam,
Unsur kehidupan yang bermacam-macam....
Ada yang bilang roda,
Ada yang berkata jalani saja,
Ada yang mendaki sampai tak tahu diri,
Bahkan ada yang terjun hingga mati....
Kulihat mentari masih menghiasi hari,
Dataran tinggi masih cukup luas tuk disambangi,
Cukup untuk sekedar meraih mimpi,
Dan berlomba ke puncak gunung tertinggi...
Berlari mengejar prestasi,
Tapi entah yang dituju itu sampai kini,
Apa hendak kamu semua sadari,
Bahwa yang dituju hanyalah mati....
Sent from BlackBerry® on 3
Derap kehidupan ini tak seragam,
Terkadang iramanya saling mengecam,
Dari sebutir pasir, hingga kapal tenggelam,
Unsur kehidupan yang bermacam-macam....
Ada yang bilang roda,
Ada yang berkata jalani saja,
Ada yang mendaki sampai tak tahu diri,
Bahkan ada yang terjun hingga mati....
Kulihat mentari masih menghiasi hari,
Dataran tinggi masih cukup luas tuk disambangi,
Cukup untuk sekedar meraih mimpi,
Dan berlomba ke puncak gunung tertinggi...
Berlari mengejar prestasi,
Tapi entah yang dituju itu sampai kini,
Apa hendak kamu semua sadari,
Bahwa yang dituju hanyalah mati....
Sent from BlackBerry® on 3
Minggu, 03 Agustus 2014
TERISTIMEWA BAGIKU...
Memang,
Banyak yang lebih indah darimu,
Banyak yang lebih megah darimu,
Seperti butir pasir di hamparan pantai itu,...
Kau selalu merendah didepanku,
Seolah kau tak seindah bunga bunga itu,
Selalu tertunduk malu,
Kasihku....
Tersenyumlah sayang,
Walau banyak yang lebih indah darimu,
Tapi kau teristimewa bagiku...
Kututup mataku untuk mereka,
Kututp telingaku untuk mereka,
Kututup pula hatiku untuk mereka,
Hanya untuk mendapatkanmu..
Kasihku...
Kau teristimewa bagiku....
Sent from BlackBerry® on 3
Banyak yang lebih indah darimu,
Banyak yang lebih megah darimu,
Seperti butir pasir di hamparan pantai itu,...
Kau selalu merendah didepanku,
Seolah kau tak seindah bunga bunga itu,
Selalu tertunduk malu,
Kasihku....
Tersenyumlah sayang,
Walau banyak yang lebih indah darimu,
Tapi kau teristimewa bagiku...
Kututup mataku untuk mereka,
Kututp telingaku untuk mereka,
Kututup pula hatiku untuk mereka,
Hanya untuk mendapatkanmu..
Kasihku...
Kau teristimewa bagiku....
Sent from BlackBerry® on 3
Trimakasihku Tuhan...
Tuhan..
Engkau pertemukanku dengannya,
Engkau dekatkan ku dengannya
Dirinya yang selalu ada mendampingiku,
Dirinya yang selalu hadir menghiburku....
Sent from BlackBerry® on 3
Engkau pertemukanku dengannya,
Engkau dekatkan ku dengannya
Dirinya yang selalu ada mendampingiku,
Dirinya yang selalu hadir menghiburku....
Sent from BlackBerry® on 3
Sabtu, 02 Agustus 2014
HINGGA WAKTU BERLALU
Kulihat jarum jam merah itu,
Bergerak memutar menandakan waktu,
Akan terus berlalu,
Seiring derap langkahku...
Jalan penuh lika liku,
Hilir ketepian hulu,
Dari nyata hingga semu,
Hanya tinggal menunggu waktu..
Alangkah berartinya sang waktu,
Tiap detik adalah madu,
Manis hinggat tak terukur rindu,
Sampai dimana telah dituju...
Aku hanya bisa tertunduk lesu,
Pula hingga kadar naik semangatku...
Entah apalah lagi caraku,
Hitungan mundur sebuah lagu,
Atas segala perbuatanku,
Hingga tiada lagi rindu...
Menggebu...
Ini hadiahku,
Ku lihat hanya genggaman semu,
Entah apa dalam diriku,
Yang hilang ditelan waktu.....
Sent from BlackBerry® on 3
Bergerak memutar menandakan waktu,
Akan terus berlalu,
Seiring derap langkahku...
Jalan penuh lika liku,
Hilir ketepian hulu,
Dari nyata hingga semu,
Hanya tinggal menunggu waktu..
Alangkah berartinya sang waktu,
Tiap detik adalah madu,
Manis hinggat tak terukur rindu,
Sampai dimana telah dituju...
Aku hanya bisa tertunduk lesu,
Pula hingga kadar naik semangatku...
Entah apalah lagi caraku,
Hitungan mundur sebuah lagu,
Atas segala perbuatanku,
Hingga tiada lagi rindu...
Menggebu...
Ini hadiahku,
Ku lihat hanya genggaman semu,
Entah apa dalam diriku,
Yang hilang ditelan waktu.....
Sent from BlackBerry® on 3
Jumat, 01 Agustus 2014
APA YANG HENDAK KAU CARI
Ku melamun...
Segala asa tertegun..
Bait bait mimpi begitupun,
Dalam senyap malam santun...
Udara dingin menyapa,
Angin lembut kurasa,
Belaian hening didada,
Tanpa beban hidup didunia...
Seolah esok tiada lagi mimpi,
Seolah harga diri pun ku tak peduli,
Iming harta tak pernah abadi,
Tapi jadi yang paling dicari...
Entah apa ya sedang kutuju,
Seolah berjalan tanpa rambu,
Kurasa jalan ini menyapaku,
Menunjukan apa yang semu...
Apa kau mengerti hidup ini,
Pasti kau jawab hanya jalani,
Atau kau jawab Tuhan yang memberi,
Tak ada pembenahan diri....
Selalu merengek seperti bayi,
Ketika harapan tak sejalan dengan yang Tuhan beri,
Ya pasti kau bilang "smoga lebih baik lagi"
Tapi tak ada pelajaran berarti..
Kau coba yang kau bisa,
Kau mau karena untukmu,
Tak kau rasa orang merasa,
Kau tahu, orang lebih tahu...
Seolah dunia ini milikmu,
Segala yang kau sebut palsu,
Dan baik selalu ada didirimu,
Walau kau akui ketidak sempurnaan itu...
Ingin sekali dunia tahu,
Atas segala yang ada padamu,
Dari yang kecil hingga tak penting,
Dari hal yang bukan kau benci,,
Apa yang hendak kau cari?
Selain hidup yang kau ingini...
Tapi kau tak pernah penuhi,
Sekedar hanya menjalani.......
Sent from BlackBerry® on 3
Segala asa tertegun..
Bait bait mimpi begitupun,
Dalam senyap malam santun...
Udara dingin menyapa,
Angin lembut kurasa,
Belaian hening didada,
Tanpa beban hidup didunia...
Seolah esok tiada lagi mimpi,
Seolah harga diri pun ku tak peduli,
Iming harta tak pernah abadi,
Tapi jadi yang paling dicari...
Entah apa ya sedang kutuju,
Seolah berjalan tanpa rambu,
Kurasa jalan ini menyapaku,
Menunjukan apa yang semu...
Apa kau mengerti hidup ini,
Pasti kau jawab hanya jalani,
Atau kau jawab Tuhan yang memberi,
Tak ada pembenahan diri....
Selalu merengek seperti bayi,
Ketika harapan tak sejalan dengan yang Tuhan beri,
Ya pasti kau bilang "smoga lebih baik lagi"
Tapi tak ada pelajaran berarti..
Kau coba yang kau bisa,
Kau mau karena untukmu,
Tak kau rasa orang merasa,
Kau tahu, orang lebih tahu...
Seolah dunia ini milikmu,
Segala yang kau sebut palsu,
Dan baik selalu ada didirimu,
Walau kau akui ketidak sempurnaan itu...
Ingin sekali dunia tahu,
Atas segala yang ada padamu,
Dari yang kecil hingga tak penting,
Dari hal yang bukan kau benci,,
Apa yang hendak kau cari?
Selain hidup yang kau ingini...
Tapi kau tak pernah penuhi,
Sekedar hanya menjalani.......
Sent from BlackBerry® on 3
Langganan:
Komentar (Atom)