pengunjung online

Rabu, 30 Oktober 2013

Mencinta, merayu, menyayangimu..

Kias kias langit malam,
meredam asa segala kelam,
udara merasuk jiwa yang karam,
keluh kesah putih dan hitam...

Pejamkan mata hati ini,
jika lembah pahit makin menjadi,
tutup segala asa dalam diri,
selepas harapan yang tiada pasti...

Selembar kertas penuh coretan ini,
rekaman indah direlung hati,
tulisan manja penghangat hati,
pemberi senyuman sang mentari....

Jalan panjang kian berlalu,
lukisan indah siraman kalbu,
tonggak besar penawar rindu,
dalam diri bernyanyi sendu....

Tepian hati resah tak menentu,
bidadari indah penghias pilu,
senyum indah jadi merayu,
suci hati inginku membeku....

Mencintaimu, merayu, menyayangimu....

----------
Dikirim dari Nokia saya

Sabtu, 19 Oktober 2013

Hanya Bicara Sendiri

Sejuknya angin dimalam ini,
membawa kias kias semu dalam diri,
setlah bayangan ini berganti lagi,
menjadi gelap tiada bertepi,,

bila ku samapai pada waktunya,
kan ku ukir pada indah bunga nirwana,
coba tulis kata suka cita,
membayang segala kerajaan nyata..

Surgawi dunia ini hanya ilusi,
bagai mimpi yang tiada berarti,
memberi kegundahan sesaat ini,
akhir cerita yang selalu berduka lagi...

Purnama malam kian berlalu,
makin membisu dalam sendu,
puing kehidupan mengalun rindu,
sesaat hilang seketika itu,

cakrawala penuh bintang,
hiasi jiwa yang kian menerjang,
bait bait puisi yang esok kan hilang,
saat satu atau dua hal membayang...

Akuilah kesepian itu anugerah,
saat sulit untuk tetap terarah,
tapak tapak waktu dalam helap dan cerah,
bukankah itu sebuah noktah...

malam hanyalah malam,
terbias cahaya kalam,
yang menjadikan hati tentram,
karena hangat mencekam...

Hati selalu sepi,
tiada rona yang menemani,
saat auka duka ini,
hanya aku yang bicara sendiri....

----------
Dikirim dari Nokia saya

Jumat, 18 Oktober 2013

Yang Dalam Sepi

Hembusan angin malam,
menyeruak jiwa yang terdalam,
menyejukkan jiwa yang kelam,
disaat sukma bercampur dendam...

Kulihat cermin disudut kamar,
wajahku yang terlihat samar,
seperti dalam keadaan tegar,
padahal sedang terkapar...

Sungguh hati ini jalan suci,
entah mungkin pantas dicaci,
pantas pula dimaki maki,
karena aku sadar diri...

Aku bercermin kembali,
saat yang tiada bertepi,
tiada tempat tuk berbagi,
bertepuk seorang diri...

Aku harus segera berjanji,
agar tidak nakal lagi,
bermain main dalam sepi,
merenung dalam mimpi mimpi,...

Coba saja aku lebih mengerti,
bahwa tiada lagi yang paling berarti,
selain jejak jejak langkah diri,
yang ada setiap pagi hari,
sampai menjelang malam ini....

Sungguh aku bukan yang berarti...
Laki laki yang dalam sepi...

----------
Dikirim dari Nokia saya

Senin, 07 Oktober 2013

Aku melagkah lagi

Saat hangat saat sepi,
indah nian muka bumi ini,
layaknya rona kehdupan hakiki,
yang terpancar pembenaran diri...
Suatu mimpi dikala mimpi,
keindahan yang kian berarti,
namun tiada saksi,
hanyalah ingatan batin ini...

Aku bertindak tak hanya sehari,
tak jua berkali kali,
namun hamparan ombak yang kuat ini,
menuntunku untuk menepi...
Lagi...dan lagi....

Hanya semu aku sendiri,
batinku terbawa mimpi,
layaknya terbang hatiku ini,
tak mau lagi mengharap janji.....

Aku melangkah lagi....