pengunjung online

Kamis, 26 September 2013

Pengubah mimpi

Gemericik air hujan ini,
seakan membawa langkah ini terhenti,
bertahan dalam sejuknya hati,
dalam hening diri...

Romansa malam dibasahi mimpi,
menjelma merengkuh hati,
melepas sepi,
aku disini....

Memang bukan waktunya lagi,
jam dinding ini mengingatkan diri,
detik detik sepi,
saat saat ini....

Kubuka bungkusan rokok tadi,
nyalakan sebuah penghibur diri,
pengobat hati,
pengubah mimpi....

Minggu, 15 September 2013

Modal tulus untuk sang putri bidadari

Hembusan angin malam ini,
membuat cakrawala dikepala sepi,
mengumbar kegelisahan seorang diri,
dan mencoba terus menggapai mimpi...

Dikala kesenangan tak lagi disini,
dan kegembiraan beranjak pergi,
tersuratlah gambaran hati,
yang merundung dalam sepi...

Warna indah pelangi,
nampaknya tak lagi dihati,
nikmatnya surgawi,
tak sudi lagi disisi....

Dan lagi dan lagi,
sebuah pelajaran bagi pribadi rapuh ini,
yang dulu hendak merajut mimpi,
dan bergegas meraih esok cerah pagi hari..

Tapi sungguh tapi,
mimpi sebatas mimpi,
kata orang ku harus tahu diri,
siapa kau ini...

Pangeran lah yang sepatutnya mempersunting sang putri,
bukan jodohnya pekerja Rodi ini,
pas pasan sana sini,
hanya bermodal janji janji pada putri bidadari,
dan modal tulus dihati tak mungkin meluluhkan sang putri ini...

Aku tau diri....

Sabtu, 07 September 2013

Angan sang pemimpi

Di hening kegelapan ini,
tersirat angan angan dalam hati,
tentang yang tak dapat diraih diri,
karena keterbatasan pribadi,

sekelibat bayang yang penuh arti,
terbias cahaya indah yang tampak berarti,
walau akhirnya aku harus tahu diri,
karena diri yang tak pantas ini...

Mungkin, mungkin dan mungkin..
Andai andai dan andai,
angan ini begitu berarti,
hingga ku ketahui, itu semua hanyalah mimpi...