pengunjung online

Jumat, 06 Januari 2012

PRIA DAN KENANGAN


PRIA DAN KENANGAN


sebuah perbandingan, 
saat duka bertemu bahagia, 

saling mengukur rasa yg sama, 

alam bak berbeda rasa, 
kreasi rongga jiwa 
seakan tak bermakna, 

melukiskan khayalan indahnya asa, 
menuangkan goresan tinta yg kian berwarna.. 

seorang manusia yg berusaha, 
mengabadikan kenangan yg sejatinya sekejap mata..

sampai saatnya tiba


sampai saatnya tiba



hembusan angin menerpa jiwa, 

dinginkan emosi yg kian membara, 

sejuknya udara menimbulakan asa, 

asa yg tak terbayang jejaknya.. 


haruskah diri melewatkannya, 

sesuatu yg indah yg tiada duanya, 


kau datang membuktikan kata, 

sejuta makna sampai diri tak berdaya, 


kau laksana peri ceria, 
sembuhkan penat di dada, 
alangkah beruntung semata, 
ataukah tulisan penaNYA, 

sampai saatnya tiba, 

mungkin takkan lagi jumpa seperti dirinya,..

meraih asa


meraih asa



meraih segala asa, 
menjadikan kiasan semata, 
terukirnya kisah dalam rasa, 
membuat raga kian bermakna..

tak mampu bersandiwara


tak mampu bersandiwara



seakan ku tak mampu bersandiwara, 
saat diri dalam resah dan tak tentu arah, 
mungkinkah ada yg ingin ku tak bahagia, 
ku do'a kan agar dirinya selalu dalam lindunganNYA.

mengingat diri


mengingat diri


ingatkah aku yg dulu, 
memberi kesan lembaran baru, 
melukis keindahan khayal semu, 
menjadikan pilu diatas belenggu, 

ingatkah aku, 
saat berwarna kelabu, 
kala sang mentari tiada merayu, 
diwaktu senjang bersama rindu, 

akankah kuingat semua, 
hitam putih dan segalanya, 
saat waktuku habis entah kemana, 
yang menjadikan aku raja, 
kadang dihina,dan menghina. 
kadang menghakimi dan dihakimi, 

tentu ku nikmati, 
tentu ku jalani, 
ingatan hari pergi, 
saat bersama mentari.

terimakasih ku,untuk mu


terimakasih ku,untuk mu


tak salu indah, 
dan dirundung keluh kesah, 
ingatanku tak mungkin salah, 
jika semua mulai terarah. 

seakan lupa, 
dimana serupa lama, 
terkikis sebuah cerita, 
yg lebih bermakna.. 

tidakkah akupun bahagia, 
saat lamunan itu hilang dengan derita, 
terganti kias cahaya, 
rona kasih sayang manusia, 

terimakasih untukmu, 
yg hadirkan kasih yg baru, 
terhadap diriku salu, 
walau tak akan ada selalu..